Tuesday, September 27, 2016

Makalah Masalah Bimbingan Pribadi Sosial


BK PRIBADI / SOSIAL

Masalah Bimbingan Pribadi SOsial

Dosen Pengampu :  Drs. Ahmad Hisbullah, MM.




Disusun Oleh :

Nama       :  Dina Sita Sintanis
NPM         :  15110026





 














SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA
(STKIP-PGRI) BANDAR LAMPUNG

 
2016

KATA PENGANTAR



Segala puji bagi Allah karena atas kekuatannya penulis bisa menyelesaikan tugas ini tepat waktu. Tak lupa juga penulis ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan makalah ini.

Makalah ini penulis susun guna memenuhi tugas mata kuliah yang diberikan dosen kepada penulis. Penulis berharap makalah ini dapat menambah wawasan, pengetahuan dan kemamampuan kritis pembaca.

Penulis menyadari penulisan makalah ini masih banyak kekeliruan baik dari segi tatabahasa maupun sistematika penulisannya, oleh sebab itu saran dan kritik sangat penulis harapkan guna perbaikan penulisan mendatang.

Akhirnya, semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua.



Bandar Lampung,  September 2016



Penulis







ii
 
 


DAFTAR ISI


HALAMAN JUDUL.................................................................................   i
KATA PENGANTAR..............................................................................   ii
DAFTAR ISI..............................................................................................   iii

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang.......................................................................................   1
1.2 Tujuan....................................................................................................   1

BAB II PEMBAHASAN
2.1 Bimbingan Konseling Pribadi dan Sosial...............................................   2
2.2 Tujuan Bimbingan Konseling Pribadi-Sosial.........................................   3
2.3 Macam-Macam Masalah Pribadi dan Sosial..........................................   4
2.4 Gejala yang Ditimbulkan Karena Permasalahan Pribadi Sosial.............   4

BAB III PENUTUP
3.1 Simpulan ...............................................................................................   6

DAFTAR PUSTAKA











BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Konseling merupakan adaptasi dari aliran psikologi yang memfokuskan perhatiannya pada tingkah laku yang tampak. Pada hakikatnya konseling merupakan sebuah upaya pemberian bantuan dari seorang konselor kepada klien, bantuan di sini dalam pengertian sebagai upaya membantu orang lain agar ia mampu tumbuh ke arah yang dipilihnya sendiri. Muhammad Surya (1994 : 23) mendefinisikan bimbinmgan sebagai suatu proses pemberian bantuan yang terus menerus dan sistematis dari pembimbing kepada yang dibimbing agar tercapai kemandirian dalam pemahaman diri, penerimaan diri, pengarahan diri, dan perwujudan diri dalam mencapai tingkat perkembangan yang optimal dan penyesuaian diri dengan lingkungannya. 

Dalam kehidupan semua orang pasti mempunyai permasalahan tidak terkecuali anak usia sekolah.Bimbingan dan Konseling pribadi-sosial merupakan salah satu bidang bimbingan yang ada di sekolah. Yang bertujuan untuk membantu siswa dalam mencari penyelesaian dari permasalahannya serta mengarahkannya ke penyelesaian yang lebih baik. Konseling merupakan adaptasi dari aliran psikologi yang memfokuskan perhatiannya pada tingkah laku yang tampak. Pada hakikatnya konseling merupakan sebuah upaya pemberian bantuan dari seorang konselor kepada klien, bantuan di sini dalam pengertian sebagai upaya membantu orang lain agar ia mampu tumbuh ke arah yang dipilihnya sendiri.

1.2.Tujuan
Adapun tujuan pembuatan makalah ini adalah sebagai berikut :
a) Untuk Memenuhi tugas Mata Kulian Bimbingan dan Konseling Pribadi Sosial
b) Untuk mengetahui definisi dan jenis-jenis masalah pribadi sosial




BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Bimbingan Konseling Pribadi dan Sosial
Bimbingan pribadi-sosial merupakan salah satu bidang bimbingan yang ada di sekolah. Menurut Dewa Ketut Sukardi (1993: 11) mengungkapkan bahwa bimbingan pribadi-sosial merupakan usaha bimbingan , dalam menghadapi dan memecahkan masalah pribadi-sosial, seperti penyesuaian diri, menghadapi konflik dan pergaulan.

Sedangkan menurut pendapat Abu Ahmadi (1991: 109) Bimbingan pribadi-sosial adalah, seperangkat usaha bantuan kepada peserta didik agar dapat mengahadapi sendiri masalah-masalah pribadi dan sosial yang dialaminya, mengadakan penyesuaian pribadi dan sosial, memilih kelompok sosial, memilih jenis-jenis kegiatan sosial dan kegiatan rekreatif yang bernilai guna, serta berdaya upaya sendiri dalam memecahkan masalah-masalah pribadi, rekreasi dan sosial yang dialaminya.

Inti dari pengertian bimbingan pribadi-sosial yang dikemukakan oleh Abu Ahmadi adalah, bahwa bimbingan pribadi-sosial diberikan kepada individu, agar mampu menghadapi dan memecahkan permasalahan pribadi-sosialnya secara mandiri. Hal senada juga diungkapkan oleh Syamsu Yusuf (2005: 11) yang mengungkapkan bahwa bimbingan pribadi-sosial adalah bimbingan untuk membantu para individu dalam memecahkan masalah-masalah sosial-pribadi.
Yang tergolong dalam masalah-masalah sosial-pribadi adalah masalah hubungan dengan sesama teman, dengan dosen, serta staf, permasalahan sifat dan kemampuan diri, penyesuaian diri dengan lingkungan pendidikan dan masyarakat tempat mereka tinggal dan penyelesaian konflik.

Dari beberapa pengertian diatas, dapat disimpulkan bahwa bimbingan pribadi-sosial merupakan suatu bimbingan yang diberikan oleh seorang ahli kepada individu atau kelompok, dalam membantu individu menghadapi dan memecahkan masalah-masalah pribadi-sosial, seperti penyesuaian diri, menghadapi konflik dan pergaulan.

Sedangkan Bimbingan dan Konseling pribadi dan sosial merupakan proses bantuan untuk memfasilitasi siswa agar memiliki pemahaman tentang karakteristik dirinya, kemampuan mengembangkanpotensi dirinya, kemampuan memecahkan masalah yang dihadapinya.

2.2 Tujuan Bimbingan Konseling Pribadi-Sosial
Membantu siswa agar mampu mengembangkan kompetensinya, sbb :
a)      Memiliki komitmen untuk mengamalkan nilai-nilai keimanan dan ketaqwaan kepada Allah Swt. Baik dalam kehidupan pribadi,keluarga, pergaulan dengan teman sebaya,sekolah, tempat kerja, masyarakat.
b)      Memiliki pemahaman tentang irama kehidupan yang bersifat fluktuatif.
c)      Memiliki pemahaman dan penerimaan diri secara objektif dan konstruktif (kelebihan dan kelemahan diri).
d)     Memiliki sikap positif atau respek terhadap diri sendiri.
e)      Memiliki sikap optimis dlm menghadapi masa depan.
f)       Memiliki kemampuan untuk melakukan pilihan secara sehat, sesuai dengan nilai2 agama, etika, dan nilai-nilai budaya.
g)      Proses bantuan untuk memfasilitasi siswa agar mampu mengembangkan pemahaman dan keterampilan berinteraksi sosial, serta memecahkan masalah-masalah sosial yang dihadapinya
h)      Membantu siswa agar mampu mengembangkan kompetensinya dalam hal sebagai berikut.
1.      Bersikap respek (menghargai dan menghormati) terhadap orang lain.
2.      Memiliki rasa tanggung jawab dan komitmen terhadap tugas, peran hidup dalam bersosialisasi.
3.      Memiliki kemampuan berinteraksi sosial (human relationship).
4.      Memiliki kemampuan berkomunikasi baik secara verbal maupun non verbal.
5.      Memiliki kemampuan untuk menyesuaikan diri(adjusment)

2.3  Macam-Macam Masalah Pribadi dan Sosial
1.      Masalah Pribadi
a)      Merasa malas untuk melaksanakan ibadah : shalat, shaum, sedekah, dan amal shaleh lainnya.
b)      Kurang memiliki kemampuan untuk bersabar dan bersyukur.
c)      Masih memiliki kebiasaan berbohong.
d)     Masih memiliki kebiasaan menyontek.
e)      Kurang motivasi untuk mempelajari agama
f)       Stress
g)      Depresi
h)      Putus asa
i)        Belum memiliki rasa disiplin.
j)        Belum dapat menghormati orang tua secara iklas
k)      Dalam melakukan perbuatan tanpa dipertimbangkan resikonya.
l)        Masih merasa rendah diri (Inferiority)

2.      Masalah Sosial
a) Kurang menyenangi kritikan orang lain.
b) Kurang memahami etika pergaulan.
c) Merasa malu untuk berteman dengan lawan jenis.
d) Kurang mampu mnyesuaikan diri.
e) Penyakit sosial seperti : tawuran, gang motor, ‘pemalakan’, pencurian, dll.

2.4 Gejala yang Ditimbulkan Karena Permasalahan Pribadi Sosial
Gejala yang ditimbulkan karena permasalahan pribadi sosial diantaranya:
a) Susah makan
b) Susah tidur
c) Berbohong
d) Suka melangggar aturan
e) Ketakutan
f) Keluar keringat dingin
g) dan lainnya

Sebab munculnya permasalahan di bagi menjadi dua yaitu :
1.      Sebab Sekunder
Sebab Sekunder ialah sebab langsung mengapa permasalahan itu bisa terjadi
2.      Sebab Primer
Sedangkan sebab primer ialah sebab yang ada namun tak terlihat yang menyebabkan adanya sebab sekunder























BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Bimbingan pribadi-sosial merupakan suatu bimbingan yang diberikan oleh seorang ahli kepada individu atau kelompok, dalam membantu individu menghadapi dan memecahkan masalah-masalah pribadi-sosial, seperti penyesuaian diri, menghadapi konflik dan pergaulan.

Beberapa masalah pribadi sosial yang sering timbul antara lain : merasa malas untuk melaksanakan ibadah : shalat, shaum, sedekah, dan amal shaleh lainnya, kurang memiliki kemampuan untuk bersabar dan bersyukur, masih memiliki kebiasaan berbohong, masih memiliki kebiasaan menyontek, kurang motivasi untuk mempelajari agama, stress, kurang menyenangi kritikan orang lain, kurang memahami etika pergaulan, merasa malu untuk berteman dengan lawan jenis, kurang mampu mnyesuaikan diri, penyakit sosial seperti : tawuran, gang motor, ‘pemalakan’, pencurian, dll.


iii
 
 

Saturday, April 30, 2016

MAKALAH FONOLOGI TENTANG DEFINISI


MAKALAH FONOLOGI

Definisi

Dosen Pengampu :  Emi Herlili, S.Pd., M.Pd.





Disusun Oleh :

·        Dineke Belviandira              1512100
·        Nining Novita Sari                151210089
·        Olivia Kartika Putri              151210096





 




 










SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA
(STKIP-PGRI) BANDAR LAMPUNG

 
2016










KATA PENGANTAR



Segala puji bagi Tuhan yang Maha Esa karena atas kekuatannya penulis bisa menyelesaikan tugas ini tepat waktu. Tak lupa juga penulis ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan makalah ini.

Makalah ini penulis susun guna memenuhi tugas mata kuliah yang diberikan dosen kepada penulis. Penulis berharap makalah ini dapat menambah wawasan, pengetahuan dan kemamampuan kritis pembaca.

Penulis menyadari penulisan makalah ini masih banyak kekeliruan baik dari segi tatabahasa maupun sistematika penulisannya, oleh sebab itu saran dan kritik sangat penulis harapkan guna perbaikan penulisan mendatang.

Akhirnya, semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua.


Bandar Lampung,  Maret 2016


Penulis






ii
 
 



DAFTAR ISI


HALAMAN JUDUL............................................................................................... i
KATA PENGANTAR............................................................................................ ii
DAFTAR ISI............................................................................................................ iii

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang..................................................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah................................................................................................ 1
1.3  Tujuan Penulisan.................................................................................................. 1

BAB II PEMBAHASAN
A. Definisi dan Unsurnya.......................................................................................... 2
B. Patokan Membuat Definisi................................................................................... 3

BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan ......................................................................................................... 7

DAFTAR PUSTAKA






BAB I
PENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang
Setiap manusia menggunakan definisi dalam menjelaskan suatu istilah, supaya tidak terjadi kesalah pahaman dapat memahami sesuatu, karena konsep pemikiran setiap orang tidaklah sama. Seperti halnya seorang ilmuan yang ditutut untuk mampu membuat suatu definisi dari setiap konsep dan mampu bernalar dengan baik. Meskipun disadari, definisi belum mampu menampilkan sesuatu dengan sempurna sesuai dengan pengertian yang dikandungnya.

Dan dalam kehidupan sehari-hari, setiap orang membutuhkan adanya konsep klasifikasi atau kategori, karena kita selalu bersinggungan dengan berbagai benda yang berbeda. Sehingga tanpa adanya pengelompokan benda-benda, tidak dapat kita bayangkan betapa sulitnya kita menjalani kehidupan kita, karena setiap hal yang kita temui akan menjadi masalah bagi kita.

Disamping kedua hal tersebut manusia juga perlu untuk bernalar atau berlogika, karena definisi hanyalah sebagai gerbang bagi kita untuk mengenal sebuah kesempurnaan dalam berpikir dan menjelaskan. Namun logika tetap kita perlukan untuk mencapai ketepatan dalam berpikir. Maka dari itu dalam makalah ini, kami akan menjelaskan tentang definisi, unsur dan patokan dalam membuat definisi.

1.2 Rumusan Masalah
1.    Apakah yang dimaksud dengan definisi?
2.    Apa sajakah unsur definisi?
3.    Apasajakah patokan dalam membuat definisi?

C.  Tujuan Penulisan
1.    Mengetahui pengertian dari definisi.
2.    Mengetahui unsur-unsur dari definisi.
3.    Mengetahui ketentuan dalam membuat definisi.
BAB II
PEMBAHASAN

A. Definisi dan Unsurnya
Definisi adalah pengetahuan yang kita butuhkan. Dalam kehi­dupan ilmiah maupun kehidupan sehari-hari kita banyak berurusan dengan definisi. Sewaktu orang memasuki pembicaraan permulaan suatu ilmu, ia akan bertemu dahulu dengan definisinya. Dalam pembicaraan sehari-hari tidak jarang kita diminta untuk menjelaskan pengertian kata yang kita gunakan. Menjelaskan pengertian kata agar tidak terjadi kesimpangsiuran dalam penggunaannya merupakan tugas definisi.

Mendefinisi adalah menyebut sekelompok karakteristik suatu kata sehingga kita dapat mengetahui pengertiannya serta dapat membedakan kata lain yang menunjuk obyek yang lain pula. Lalu, apakah karakteristik suatu kata itu? Karakteristik itu tidak lain adalah genera (jenis) dan differentia (sifat pembeda). Jadi mendefi­nisi suatu kata adalah menganalisis jenis dan sifat pembeda yang dikandungnya. Mengapa menyebut genera? Genera kita sebut untuk mendekatkan pikiran kita, karena dengan genera suatu barang atau benda akan mudah dikenal, ia tercakup dalam kelompok apa. Mengapa menyebut differentia? Setelah pikiran kita diantar kepada genera, maka tahulah kita akan barang atau benda sejenis yang di­cakup oleh genera tadi. Dengan sekali menyebut differentianya, maka sampailah kepada pengertian kata yang kita definisikan.

Jenis (genera) yang kita pilih adalah jenis terdekat, karena dengan menghadirkan sifat pembedanya (differentia) kita langsung sampai pada pengertiannya. Jenis terdekat adalah nama umum yang langsung mencakup barang atau benda yang kita definisikan. Jadi jika kita hendak mendefinisikan 'kursi' hams mulai dengan 'tempai duduk' mendefinisi 'merpati' dengan burung, mendefinisi 'dasi' dengan pakaian, setelah itu baru kita hadirkan sifat pembedanya.

Dengan prosedur itu ternyata ada beberapa kata yang tidak dapat kita beri definisi. Pertama adalah kata yang tidak dapat kita temukan generanya, maksudnya tidak bisa kita masukkan ke dalam kelompok nama umum apa. Termasuk dalam kelompok ini adalah kata yang menunjukkan pengertian dasar yang universal, seperti: wujud dan waktu. Kedua adalah kata yang tidak dapat ditemukan differentianya. Kenyataan mental yang sederhana seperti: marah, kesal, senang dan sebagainya, tidak mungkin kita beri definisi, demikian pula penangkapan indera atas obyek yang sederhana seperti kuning, hijau, halus, kasar, wangi dan sebagainya mung­kin dapat menemukan generanya, tetapi apakah differentianya?

Juga tidak dapat diberi definisi karena alasan yang sama yakni kata yang tidak dapat ditangkap maksudnya kecuali bila dihubung­kan dengan kata lain, seperti: atau, yang, daripada, meskipun dan sebagainya.

Term khusus dan nama unik juga term yang praktis tidak bisa diberi definisi, karena memiliki sifat kesendirian yang tidak terbatas, sehingga tidak mudah ditemukan sifat pembedanya. Jadi lebih mudah mendefinisi term-term dalam ilmu pengetahuan dan seni diban­dingkan dengan barang-barang yang kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Adalah lebih mudah memberikan definisi term-term: negara, ilmu ekonomi, pantun, drama dan semacamnya, daripada term-term seperti: melati, kunci, gergaji dan sebagainya.

B. Patokan Membuat Definisi
Agar pembuatan definisi terhindar dari kekeliruan perlu kita perhatikan patokan berikut:
a.       Definisi tidak boleh lebih luas atau lebih sempit dari konotasi kata yang didefinisikan.
Definisi yang terlalu luas misalnya:
-          Merpati adalah burung yang dapat terbang cepat.
(Banyak burung yang dapat terbang cepat bukan merpati)
-          Negara adalah organisasi masyarakat yang mempunyai per­aturan-peraturan.
(Banyak organisasi masyarakat yang mempunyai peraturan tetapi bukan negara).
-          Pidato adalah cara untuk-mempengaruhi orang lain dengan kata-kata.
(Banyak cara untuk mempengaruhi orang lain dengan kata­-kata tetapi bukan pidato).

Definisi yang terlalu sempit misalnya:
-          Kursi adalah tempat duduk yang dibuat dari kayu ber sandaran, dan berkaki.
(Banyak juga kursi yang tidak dibuat dari kayu).
-          Jujur adalah sikap mau mengakui kesalahan sendiri.
(Mau mengakui kelebihan lawan juga disebut sikap jujur).
-          Kekayaan adalah hasil pertanian yang dapat disimpan.
(Banyak selain hasil pertanian bisa disebut kekayaan).

b.      Definisi tidak boleh menggunakan kata yang didefinisikan. Definisi yang melanggar patokan ini disebut definisi sirkuler, berputar atau tautologi, atau tahsilul hasil seperti:
-          Wijib adalah perbuatan yang harus dikerjakan oleh setiap orang.
-          Kafir adalah orang yang ingkar.
-          Merdeka adalah dalam keadaan bebas.
Perlu kita ketahui bahwa tidak semua pengulangan me­langgar patokan ini. Pengulangan seperti di bawah ini diper­bolehkan.
-          Amalan wajib adalah perbuatan yang diberi pahala bila di­kerjakan dan diberi siksa bila ditinggalkan.
-          Hukum waris adalah hukum yang mengatur pembagian harta kekayaan dari seseorang yang telah meninggal.
-          Ilmu Ekonomi adalah ilmu yang mempelajari upaya ma­nusia dalam mencapai kemakmuran.
Pada definisi-definisi tersebut kata 'amalan', 'hukum' dan 'ilmu' sudah dianggap diketahui; yang menjadi fokus perhatian ada­lah kata 'wajib', 'waris' dan 'ekonomi'.

c.       Definisi tidak boleh memakai penjelasan yang justru mem­bingungkan.
Definisi yang melanggar patokan ini disebut definisi obscu­rum per obscurius artinya menjelaskan sesuatu dengan keterang­an yang justru lebih tidak jelas. Ini dapat terjadi karena meng­gunakan bahasa plastik yang tidak sesuai dengan konotasi dan denotasi yang sesungguhnya atau menggunakan istilah yang tidak dapat dimengerti umum, terbatas dalam pikiran para ahli saja.

Definisi dengan menggunakan bahasa plastik seperti:
-          Sejarah adalah samudera pengalaman yang selalu ber­gelombang dada putus-putusnya.
-          Kehidupan adalah sepotong keju.
-          Sedekah adalah pembuka pintu surga.
Definisi yang hanya dimengerti oleh para ahli misalnya definisi
Herbert Spencer tentang evolusi yang dibatasinya dengan: Perubahan terus-menerus dari homogenitas yang tidak menentu dan tidak serasi kepada heterogenitas yang me­nentu dan serasi dalam susunan dan kegiatan melalui diferensiasi dan integrasi sambung-menyambung.

d.      Definisi tidak boleh menggunakan bentuk negatif:
-          Benar adalah sesuatu yang tidak salah.
-          lndah adalah sesuatu yang tidak jelek.
-          Miskin adalah keadaan tidak kaya.
-          Syair adalah bentuk sastra link bukan pantun.
-          Manusia adalah binatang bukan kambing.
-          Ilmu ekonomi adalah ilmu sosial bukan ilmu komunikasi.

Hanya keadaan yang tidak mungkin dihindari bentuk negatif diperbolehkan, seperti:
-          Orang buta adalah orang yang indera penglihatannya tidak berfungsi.
-          Orang buntung adalah orang yang tidak mempunyai anggota tubuh yang lengkap.
-          Orang miskin adalah orang yang penghasilannya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan pokoknya sehari-hari.

Tetapi selama masih bisa diusahakan, kita tidak boleh menggu­nakan bentuk negatif.


BAB III
PENUTUP


3.1 Kesimpulan
Mendefinisi adalah menyebut sekelompok karakteristik suatu kata sehingga kita dapat mengetahui pengertiannya serta dapat membedakan kata lain yang menunjuk obyek yang lain pula.

Ada beberapa rambu-rambu dalam membuat definisi, diantaranya yaitu:
a.       Definisi tidak boleh lebih luas atau lebih sempit dari konotasi kata yang didefinisikan.
b.      Definisi tidak boleh menggunakan kata yang didefinisikan.
c.       Definisi tidak boleh memakai penjelasan yang justru mem­bingungkan.
d.      Definisi tidak boleh menggunakan bentuk negative












iii
 
 

Thursday, April 28, 2016

MENGHAPUS VIRUS STUXNET-LIKE.SHORTCUT PADA LAPTOP (PC)

Belakangan ini, apakah anda pernah mengalami hal dimana tiba-tiba hard disk anda penuh padahal anda tidak merasa menyimpan file gajah di dalam hard disk anda? Jika anda pernah mengalami hal tersebut,kemungkinan besar komputer anda telah tertular virus si pemakan hard disk. Atau tiba-tiba kinerja komputer menjadi sangat lambat, googling juga lambreta...
Bisa jadi hal tersebut karena komputer kita sudah terinveksi virus Stuxnet atau Winsta... Virus ini biasanya menampakkan dirinya dengan muncul sebagai shorcut baru pada flasdisk yang kita gunakan pada komputer yang terinveksi



Belakangan ini, virus yang diberi nama Stuxnet atau Winsta telah banyak meresahkan pengguna komputer, pasalnya virus ini akan memenuhi setiap ruang dalam hard disk anda. Jika komputer anda telah terjangkit virus Stuxnet atau Winsta ini, jangan khawatir, karena semua penyakit pasti ada obatnya. Namun sebelum saya berbagi obat untuk membasmi virus Stuxnet atau Winsta, perlu anda ketahui bahwa Indonesia adalah Negara dengan korban terbanyak ke dua setelah Iran yang menjadi korban virus ini.

Ada 2 cara untuk membasmi virus Stuxnet atau Winsta yang telah menjangkiti komputer anda dan berikut ini ke 2 cara tersebut:

1. Gunakan ReDr Web CureIt
Langkah pertama jika komputer anda telah tertular virus Stuxnet adalah, download removal tools khusus untuk Stuxnet yang diberi nama Dr Web CureIt. Removal tools yang berukuran 45,78 Mb tersebut di klaim mampu membersihkan virus yang menjengkelkan tersebut.

2. Repair Your Registry
Cara yang kedua adalah dengan memperbaiki registry komputer, caranya copy script di bawah ini:

[Version]

Signature=”$Chicago$”

Provider=Vaksincom Oyee

[DefaultInstall]

AddReg=UnhookRegKey

DelReg=del[UnhookRegKey]

HKCU, SoftwareMicrosoftWindowsCurrentVersionExplorerAdvanced, ShowSuperHidden,0×00010001,1

HKCU, SoftwareMicrosoftWindowsCurrentVersionExplorerAdvanced, SuperHidden,0×00010001,1

HKCU, SoftwareMicrosoftWindowsCurrentVersionExplorerAdvanced, HideFileExt,0×00010001,0

HKLM, SOFTWARECLASSESbatfileshellopencommand,,,”””%1″” %*”

HKLM, SOFTWARECLASSEScomfileshellopencommand,,,”””%1″” %*”

HKLM, SOFTWARECLASSESexefileshellopencommand,,,”””%1″” %*”

HKLM, SOFTWARECLASSESpiffileshellopencommand,,,”””%1″” %*”

HKLM, SOFTWARECLASSESregfileshellopencommand,,,”regedit.exe “%1″”

HKLM, SOFTWAREMicrosoftWindows NTCurrentVersionWinlogon, Shell,0, “Explorer.exe”



[del]

HKLM, SYSTEMCurrentControlSetServicesMRxCls

HKLM, SYSTEMCurrentControlSetServicesMRxNet

HKLM, SYSTEMControlSet001ServicesMRxCls

HKLM, SYSTEMControlSet002ServicesMRxNet

HKLM, SYSTEMCurrentControlSetServicesEnumRootLEGACY_MRXClS

HKLM, SYSTEMCurrentControlSetServicesEnumRootLEGACY_MRXNET

HKLM, SYSTEMControlSet001ServicesEnumRootLEGACY_MRXClS

HKLM, SYSTEMControlSet002ServicesEnumRootLEGACY_MRXNET


Paste script di atas pada program text editor anda misal notepad atau notepad ++ lalu simpan dengan nama repair.inf. Setelah tersimpan, klik kanan file tersebut lalu pilih install dan restart komputer anda.

Untuk mencegah sisa trojan yang mencoba aktif kembali, bersihkan file temporary menggunakan software semisal ATF Cleaner atau menggunakan program bawaan windows yaitu Disk Clean-Up

Untuk mencegah agar virus ini tidak menginfeksi lagi, copy script di bawah ini :

@echo off

del /f c:windowssystem32winsta.exe

rem rd c:windowssystem32winsta.exe

md c:windowssystem32winsta.exe

del /f c:windowssystem32driversmrxnet.sys

rem rd c:windowssystem32driversmrxnet.sys

md c:windowssystem32driversmrxnet.sys

del /f c:windowssystem32driversmrxcls.sys

rem rd c:windowssystem32driversmrxcls.sys

md c:windowssystem32driversmrxcls.sys

attrib +r +h +s c:windowssystem32winsta.exe

attrib +r +h +s c:windowssystem32driversmrxnet.sys

attrib +r +h +s c:windowssystem32driversmrxnet.sys

Paste dan simpan script di atas dengan nama winsta.bat. klik 2 kali file winsta.bat tersebut. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, lakukan scan ulang komputer menggunakan antivirus yang terupdate dan mengenali virus ini, contoh Kaspersky Antivirus.


Tulisan ini berdasarkan pengalaman dan cara di atas sudah penulis praktekkan dan berhasil....
Semoga membantu dan bermanfaat...

Tuesday, September 15, 2015

Mengapa Mata Kedutan? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Kelopak mata yang menarik sendiri atau dikenal dengan istilah kedutan mungkin pernah dialami setiap orang. Kedutan bisa terjadi di satu mata atau dua mata sekaligus.
Kedutan bahkan sering dikaitkan dengan pertanda apa yang akan terjadi di masa depan, misalnya kedutan di mata kiri pertanda akan bertemu orang yang dicintai, atau kedutan di mata kanan akan mendapatkan rezeki, dan sebagainya. Padahal penyebab kedutan dapat dijelaskan secara ilmiah, apa saja itu?
1. Konsumsi kafein berlebihan
Minum kopi atau minuman berkafein lainnya mungkin dapat membantu seseorang untuk lebih berkonsentrasi, namun aktivitas ini juga membuat otot kelopak mata bekerja lebih keras. Ketika terlalu banyak distimulasi dengan kafein, sel saraf pada kelopak mata akan merespon terlalu banyak dan kedutan pun secara tiba-tiba akan terjadi.
2. Stres dan cemas
Jika terlalu banyak bekerja dan berada di bawah tekanan, tingkat stres seseorang akan meningkat. Sementara kedutan merupakan salah satu konsekuensi dari stres. Sebuah studi menunjukkan, saat stres, gejala kedutan cenderung akan menjadi lebih buruk.
3. Mata tegang
Stres tidak hanya terjadi di keseluruhan tubuh, melainkan juga pada bagian-bagian tertentu yang spesifik. Jika digunakan secara berlebihan, misalnya terlalu banyak menatap layar komputer atau televisi, mata akan lebih mudah merasa lelah dan kedutan.
4. Kelelahan
Seringkali dikaitkan dengan stres, kurang tidur dapat mempengaruhi tubuh secara keseluruhan, termasuk kelopak mata. Tubuh yang lelah biasanya tidak dapat bekerja secara optimal dan menimbulkan gejala juga pada kelopak mata.
5. Alkohol dan tembakau
Seringkali konsumsi alkohol dan produk tembakau juga bisa menjadi penyebab dari kedutan. Tidak ada substansi khusus yang diketahui dapat memicu kedutan, namun pada sebagian orang konsumsi alkohol dan tembakau dapat memicu kondisi tersebut terjadi.
6. Iritasi permukaan mata
Bila bagian terluar mata mengalami iritasi, maka reaksi yang mungkin terjadi adalah kedutan. Kondisi seperti mata kering atau alergi bisa saja menyebabkan kedutan.

Friday, September 4, 2015

Cara Mudah Mengusir Kecoa dan Tikus dengan Kulit Telur


mengusir kecoa dan tikus sekarang sangat mudah lho, pakai saja kulit telur/cangkang telur, mau tahu caranya?
Apakah taman rumah Anda sedang rusak karena hama? Jika iya, maka Anda perlu mengatasinya.
Ada berbagai metode untuk mengendalikan hama di kebun rumah Anda, seperti dengan menggunakan pestisida.
Tapi apakah Anda tahu bahwa ada cara alami yang simpel sebagai alternatif mengusir hama?
Ternyata, dengan cangkang/kulit telur, hama di taman rumah Anda bisa berkurang.
Untuk itu, jangan buang lagi kulit telur ke tempat sampah, tetapi manfaatkan itu untuk mengendalikan hama pengganggu dan perusak tanaman Anda.
Bahkan selain itu, kulit telur juga bermanfaat sebagai pupuk organik yang mengandung kalsium. Jadi, mulai sekarang simpan kulit telur setelah Anda memakan telur.
Penasaran, bagaimana cara kerjanya? Berikut ini simak tips mengusir hama dengan kulit telur!
1. Keringkan dan Giling Kulit Telur
Pertama biarkan kulit telur kering. Setelah itu, baru Anda giling untuk menghancurkannya menjadi bubuk atau serbuk.
Lalu, taburkan bubuk kulit telur itu langsung pada hama yang Anda temui di taman rumah.

Insya Allah, setelah ditaburkan hewan yang terkena serbuk tersebut akan menggeliat, kemudian wafat secara perlahan...

REFORMULASI PENDIDIKAN ISLAM DALAM MENGHADAPI PERUBAHAN ZAMAN : ANALISIS TERHADAP KEKURANGAN DAN KEKUATAN PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA

  REFORMULASI PENDIDIKAN ISLAM DALAM MENGHADAPI PERUBAHAN ZAMAN : ANALISIS TERHADAP KEKURANGAN DAN KEKUATAN PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA ...